Cool Blue Outer Glow Pointer

donz PAS

بِسمِ اللَّهِ الرَّحمٰنِ الرَّحيمِ

Tuesday, April 15, 2014

Program Imunisasi Bayi di Lapas Wanita Tangerang

Tangerang
Imunisasi berperan penting bagi kesehatan bayi. Oleh karena itu, Poliklinik Lapas Wanita Tangerang berusaha mewujudkan hal tersebut melalui Program Imunisasi Bayi WBP yang ada di Lapas Wanita Tangerang.

Menurut Kalapas Wanita Tangerang, Cipriana Murbihastuti, saat ini di Lapas Wanita Tangerang terdapat lima orang bayi dan dua orang anak, yang semuanya lahir di RSUD Kabupaten Tangerang saat ibunya menjalani pidana di Lapas Wanita Tangerang.

“Kesehatan bayi dan anak ini menjadi tanggung jawab dari Poliklinik Lapas Wanita Tangerang, salah satunya dengan Program Imunisasi,” tutur eks Kalapas Wanita Sungguminasa yang familiar dipanggil Tuti ini.

Lanjut menurut Tuti, Program Imunisasi Bayi WBP di Lapas Wanita Tangerang merupakan kerjasama antara pihak Lapas dan Puskesmas Sukasari yang letaknya tidak jauh dari lapas. “Kerjasama ini sudah berlangsung sejak tahun 2008 lalu,” ujarnya.

Dalam Program Imuniasi ini, setiap bulannya baik perawat ataupun dokter lapas bergantian membawa bayi-bayi ini ke puskesmas untuk diberikan imunisasi. Adapun jadwal imunisasi di Puskesmas Sukasari adalah setiap hari Senin dan Rabu.

“Membawa bayi dan anak untuk imunisasi ke puskesmas tidak saja menjadi tanggung jawab petugas poliklinik, tetapi juga dibantu oleh petugas dari bagian lainnya,” seru Tuti.

sumber: ditjenpas.go.id, Selasa, 15 April 2014

BACA SELENGKAPNYA......................

Ujian Nasional Dari Balik Jeruji

Tangerang
Lapas Anak Pria Tangerang menyelenggarakan Ujian Nasional (UN) SMA Paket C yang diikuti 38 anak didik pemasyarakatan (Andikpas) dan warga binaan pemasyarakatan (WBP) pada 14-16 April 2014. Sebanyak 17 diantaranya merupakan WBP Lapas Pemuda Tangerang yang telah berumur diatas 30 tahun.

Para WBP dan Andikpas memulai ujian pukul 13.00 dengan materi ujian yang sama dengan materi yang diujikan di sekolah lain. Yang berbeda adalah penambahan materi PPKN sebagai bagian dari pembinaan moral. Sebelumnya mereka juga mendapat bimbingan belajar berupa try out sebagai persiapan menjelang ujian dengan tenaga pengajar dari Lapas dan Dinas Pendidikan Kota Tangerang.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M. Nuh, hadir melakukan inspeksi untuk memastikan pelaksanaan ujian bagi WBP dan Andikpas berjalan lancar. Ia mendatangi setiap kelas dan memberikan semangat kepada peserta ujian agar meneruskan pendidikan hingga perguruan tinggi dan membuka lapangan kerja.

“Gunakanlah mata hati kita, bahwa mereka (andikpas) adalah adik-adik kita juga yang perlu dibantu dengan memberikan pendidikan yang lebih bagus karena mereka masih punya masa depan,” ujar Nuh.

Selain itu, Mendikbud juga berujar bahwa pendidikan di lapas adalah langkah untuk menghilangkan stigma masyarakat, meningkatkan rasa kepercayaan diri, dan mengembangkan potensi yang dimiliki agar mereka minder dan tertekan.

Pada kesempatan yang sama, Mendikbud meminta institusi Pemasyarakatan dan Dinas Pendidikan Kota Tangerang agar bekerja sama mendirikan SMK pertama di lapas, yang rencananya akan ditempatkan di Lapas Anak Pria Tangerang pimpinan Heni Yuwono.

“Kedepannya agar dapat diterapkan di lapas lain di seluruh Indonesia,” harap Nuh yang  kemudian secara simbolis menyerahkan sejumlah buku dan laptop kepada Kalapas untuk digunakan sebagai sarana belajar bagi Andikpas.

sumber: ditjenpas.go.id, Selasa, 15 April 2014

BACA SELENGKAPNYA......................

Saturday, April 5, 2014

Petugas Pemasyarakatan Bandung VS Petugas Penjara Changi

petugas Pemasyarakatan se-Bandung Raya vs  petugas penjara Changi, Singapore
Bandung
Petugas Pemasyarakatan Bandung Raya mendapat kehormatan menerima kunjungan tim sepakbola petugas penjara Changi, Singapura, Jumat (4/4).

Tim Sepak Bola Negara tetangga ini sengaja bertandang untuk memperkokoh persaudaraan dan saling tukar pengalaman antar sesama petugas penjara yang biasanya bertanding dalam ajang track and field ASEAN PRISON yang digelar dwi tahunan.

Puluhan wargabinaan Lapas Banceuy Bandung unjuk kebolehan memainkan rampak gendang menyambut kehadiran 18 orang rombongan official dan pemain sepak bola petugas penjara Changi.

“Kesenian ini sebagai bagian dari pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan,” ujar Kepala Divisi Pemasyarakatan Jawa Barat, Ibnu Chuldun yang didampingi Kalapas Banceuy, Wahid Husen saat menerima kehadiran mereka.

Lapangan sepak bola yang berlokasi di dalam Lapas Banceuy, menjadi saksi laga tanding sepak bola antara petugas pemasyarakatan se-Bandung Raya melawan petugas penjara Changi asal negara yang kesohor dengan patung Merlionnya.

Pada babak pertama sekitar menit kesepuluh, tim tuan rumah berhasil menggetarkan gawang lawan dengan skor 1-0. Tim kesebelasan sepak bola petugas Penjara Singapore nampaknya kewalahan melawan kegigihan petugas Pemasyarakatan se-Bandung Raya (Lapas Banceuy Bandung, Lapas Sukamiskin, Rutan Bandung, Bapas Bandung dan Rupbasan Bandung).

Namun pada sepuluh menit sebelum pertandingan berakhir, kesebelasan penjara Singapore ini berhasil mencetak dua buah gol, sehingga skor akhir adalah 2-1 atas kesebelasan tamu.

Pimpinan rombongan, Mohamad Ismael terkesan dengan sambutan yang hangat dari petugas Pemasyarakatan Indonesia. Menurutnya skor pertandingan tidaklah penting, tapi eratnya persaudaraan dan bertukar pengalaman yang menjadi tujuan kunjungan mereka.

“Saya sangat apresiasi program kegiatan pembinaan narapidana disini, terutama kegiatan kesenian,” ujar Ismael.

Usai pertandingan, para delegasi juga disuguhi penampilan kesenian music angklung, dan karinding  yang dibawakan oleh wargabinaan Lapas Banceuy.

sumber: ditjenpas.go.id, Jumat, 04 April 2014

BACA SELENGKAPNYA......................

Monday, March 17, 2014

Biaya Makan Tahanan KPK Paling Tinggi

Menkumham mengeluhkan angggaran makan tahanan di lapas dan rutan minim

Rumah Tahanan KPK (sumber: Vivanews)
Jakarta
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia mengungkapkan, biaya makanan untuk para narapidana dan tahanan di lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan negara sangat minim.

Bila dibandingkan biaya makan tahanan di Kepolisian, Kejaksaan, Badan Nasional Narkotika dan Komisi Pemberantasan Korupsi, biaya makan untuk Lapas dan Rutan Kemenkumham lebih kecil dengan kadar gizi ala kadarnya.

"Anggaran makan untuk napi di Lapas, Rutan relatif kecil. Ini sangat memprihatinkan," kata Amir Syamsudin, Menteri Hukum dan HAM usai membuka Seminar Nasional bertajuk 'Setengah Abad Sistem Pemasyarakatan' dan Refleksi Pelaksanaan Pidana Penjara di kantornya, Rabu 12 Maret 2014.

Ketua Forum Pemerhati Pemasyarakatan, Hasanuddin Massaile mengatakan, biaya makan warga binaan di Lapas dan Rutan Kemenkumham satu hari dibatasi Rp 14.000 per orang. Jumlah ini lebih kecil dibandingkan biaya makan tahanan Kepolisian, Kejaksaan, BNN dan KPK yang seharinya dianggarkan Rp40.000 per orang.

"Biaya makan tahanan Imigrasi Rp 34.000 setiap orang perhari dan tahanan anggota Polri-TNI sebesar Rp 30.000 perorang setiap hari," ujarnya.

Disamping itu, yang lebih memprihatinkan lagi adalah biaya untuk pemeliharaan kesehatan bagi para tahanan dan narapidana sudah dihapuskan. "Per tanggal 1 Januari 2014, narapidana/penghuni Lapas dan Rutan tidak lagi di jamin oleh Jamkesmas," ungkapnya.

Amir menambahkan, atas kondisi para penghuni lapas dan rutan di bawah Kemenkumham tersebut perlu untuk dievaluasi kembali. Agar mereka mendapatkan hidup layak selama menjalani binaan.

"Agar para narapidana ini lebih dimanusiawikan," ujar Amir.

sumber: viva.co.id, Rabu, 12 Maret 2014

BACA SELENGKAPNYA......................

Kondisi Lapas Atambua Memprihatinkan

bangunan plavon Lapas Atambua (sumber: Kompas.com)
Atambua, Nusa Tenggara Timur
Kondisi bangunan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) rusak parah dan sangat memprihatinkan.

Kondisi ini membuat seluruh penghuni lapas, termasuk petugas pengamanan dan administrasi merasa tidak nyaman beraktivitas.

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas II Atambua, Heru Suprijowinardi, Jumat (14/3/2014) mengatakan, atap bangunan lapas sudah bolong dan tembok dinding tiga blok hunian retak-retak.

“Kondisi di semua blok rusak berat, terutama bagian plafon sudah bolong semua dan tembok juga sudah terkelupas dan retak. Bangunan ini berdiri sejak tahun 1981, namun sampai sekarang belum juga direhab. Hitung-hitungannya, bangunan bagian dalam blok dan tembok keliling itu 50 persen rusak,” jelas Heru.

Menurut Heru, jika dibandingkan dengan Lapas lainnya di Indonesia, Lapas Atambua memiliki gedung yang paling buruk. Dia pun mengharapkan perhatian segera dari pimpinannya di Kupang maupun di Jakarta.

"Teman-teman wartawan silakan foto, saya malah senang karena nanti bisa dilihat oleh petinggi-petinggi saya,” harapnya.

Heru meminta pemerintah segera merehab blok hunian untuk para napi dan blok kesehatan serta menambah ruangan untuk kantor, sekaligus merehab kantor lama.

"Status Lapas Atambua ini dulunya adalah rumah tahanan negara. Namun pada 2004 telah berubah menjadi Lapas. Mestinya, infrastruktur harus diperhatikan dan juga jumlah personel ditambah,” jelasnya.

Apalagi kata Heru, jumlah penghuni lapas melebihi kapasitas blok yang tersedia. Menurutnya, saat ini jumlah napi mencapai 261 orang. Menurutnya, jumlah itu sudah kelebihan sekitar 100 orang.

"Mereka terpaksa kita gabungkan saja karena memang kondisinya seperti ini. Saya bersyukur para narapidana ini semuanya orang baik dan tertib sehingga mereka tidak sampai kabur,” katanya.

Heru mengaku sudah berulangkali mengusulkan bantuan rehab gedung dan penambahan bangunan ke Kementerian Hukum dan HAM Kanwil NTT dan Jakarta, namun tidak direspons.

"Usulan terakhir tahun 2010 lalu dan sempat ditinjau, namun nyatanya sampai sekarang tidak direalisasikan,” kata Heru.

Dia berharap, Lapas yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste itu dibenahi untuk dibuatkan sama seperti lapas yang ada di kota besar lainnya, karena Lapas Atambua adalah cermin Lapas Indonesia.

sumber: kompas.com, Jumat, 14 Maret 2014

BACA SELENGKAPNYA......................