Cool Blue Outer Glow Pointer

بِسمِ اللَّهِ الرَّحمٰنِ الرَّحيمِ

Thursday, June 21, 2012

Pemkab Kutim Diminta Bangun Lapas

Sangata
Di wilayah Kabupaten Kutai Timur, ketiadaan rumah tahanan menjadi kendala tersendiri dalam penegakan hukum. Karena ketiadaan tersebut, tahanan kejaksaan maupun pengadilan terpaksa dititipkan di rutan Polres Kutim, Polsek Sangatta, atau Lapas Tenggarong.

Hal ini menjadi sorotan dari Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur, M Salim, SH, MH. Dalam kunjungan kerjanya ke Kejaksaan Negeri Sangata, Rabu (20/6/2012), Salim berharap agar Pemkab Kutim bisa membangun rutan di Kutim.

"Permasalahan yang serius di Kutim adalah  tidak adanya rutan. Ini hambatan yang sangat kita rasakan dalam penegakan hukum. Sudah semestinya hal ini dipikirkan bersama di kabupaten ini, karena menjadi kendala penegakan hukum," katanya.

Saat ini tahanan dititipkan di rutan Polres Kutim dalam kapasitas yang sangat terbatas. "Belum lagi masalah-masalah lainnya. Hal ini akan kami sampaikan pula pada pimpinan di Jakarta untuk dicarikan solusinya. Yang jelas, rutan mutlak berada dalam posisi yang dekat," katanya.

Kajari Sangatta, Didik Farkhan, SH, MH, mengatakan ketiadaan rutan membuat proses hukum kurang berjalan efektif dan efisien. "Kami berharap Pemkab bisa membangun rutan tersebut. Tentang posisi jauh atau dekat dengan pusat kota itu tidak menjadi masalah. Yang penting ada dulu," katanya.

Kapolres Kutim, AKBP Budi Santosa, mengatakan sangat mendukung usulan pembangunan rutan di Kutim. "Saya sangat mendukung. Hal ini karena kapasitas rutan kami terbatas. Tahanan jaksa dan PN juga dititipkan di Polres," katanya.

Persoalan krusialnya ada pada kapasitas. Rutan Polres di Bukit Pelangi mampu menampung sekitar 40 orang. Sedangkan Rutan Polsek mampu menanmpung sekitar 20 orang. Dengan kapasitas ideal 60 orang jumlah tahanan saat ini hampir mencapai 130 orang.

Akhirnya para tahanan terpaksa berjubel di dalam sel. Lantas, apakah banyaknya tahanan itu menjadi beban tersendiri bagi Polres? "Kalau dianggap beban itu salah. Tapi kalau menjadi tanggungjawab itu iya. Karena penegakan hukum itu menjadi tanggung jawab kita bersama," katanya.

sumber: tribunnews.com, Kamis, 21 Juni 2012

BACA SELENGKAPNYA......................

Thursday, June 7, 2012

Napi Kasus Narkoba Diberi Hypnotheraphy

Narapidana kasus narkoba Lembaga Pemasyrakatan Kelas II A Kediri, Jawa Timur saat mengikuti Hypnotherapy masal, (sumber: kompas.com)
Kediri
Sebanyak 117 narapidana kasus narkoba penghuni Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kediri, Jawa Timur mengikuti hypnotheraphy massal di aula Lapas, Rabu (6/6/2012).

Terapi tersebut diharapkan dapat meminimalisir ketergantungan narkoba bagi para napi.

Peserta hypnoterapy tersebut terdiri dari tiga narapidana perempuan, empat anak-anak, serta sisanya narapidana laki-laki dewasa. Mayoritas peserta karena narkoba jenis dobel l diikuti sabu-sabu serta ganja.

Sedangkan terapis didatangkan dari Ikatan Hypnoteraphy Kediri.

Mengawali terapi, para narapidana dipandu mengarungi alam bawah sadar masing-masing untuk mendapatkan relaxasi pikiran secara total. Kemudian peserta dibagi menjadi kelompok kecil untuk pendalaman modifikasi pikiran sekaligus penanaman motivasi.

Kepala Lapas, Subiyantoro, mengatakan, langkah tersebut dilakukan sebagai upaya membantu para napi atau disebut warga binaan agar terbebas dari jeratan narkoba sekaligus bekal untuk kembali ke masyarakat.

Selama ini, menurut Subiyantoro, dari beberapa konseling yang dilakukan pihak lapas, banyak napi yang ingin terbebas dari narkoba namun tidak mengetahui caranya. Sehingga pihaknya membuat terobosan ini untuk memfasilitasinya.

"Hal ini juga menjadi modal bagi para warga binaan untuk kembali ke tengah-tengah masyarakat nanti," kata Subiyantoro.

Subiyantoro menandaskan, permasalahan narkoba sudah menjadi sesuatu yang akut. Mayoritas penghuni lapas adalah karena terjerat kasus narkoba, sehingga dibutuhkan kerjasama lintas kalangan untuk mencari solusi sekaligus penanganannya.

Roy Samudra, koordinator terapis mengatakan, proses penyembuhan ketergantungan narkoba dengan metodologi ini dapat berhasil hingga 99 persen. Hal ini menurutnya telah dipraktekkan di Bali.

"Kunci keberhasilannya itu tergantung dari kemauan pasien. Selain itu lingkungan juga mempengaruhinya," kata Roy.

Para narapidana itu mendapatkan terapi hingga satu jam lamanya. Selain terapi ketergantungan narkoba, kecanduan nikotin rokok juga menjadi sasarannya.

"Syukurlah sekarang saya menjadi rileks, biasanya sering gelisah," ujar Siswanto, salah satu narapidana sekaligus pengguna dobel l usai diterapi.

sumber: kompas.com, Rabu, 6 Juni 2012

BACA SELENGKAPNYA......................

Pengunjung Lapas Madiun Wajib Pakai Sandal Jepit

sumber: kompas.com
Madiun
Pengunjung Lembaga Pemasyarakatan Madiun, Jawa Timur, diwajibkan memakai sandal jepit saat masuk ke dalam ruangan. Kebijakan itu diberlakukan mulai Rabu (6/6/2012) ini.

"Sandal yang dipakai bukan sandal jepit sembarang. Kami telah menyediakan 60 pasang sandal jepit khusus, untuk para pengunjung yang hendak bertemu dengan tahanan atau narapidana," ujar pelaksana tugas Kabid Pembinaan Lapas Madiun, Marselina Budiningsih.

Maksud diberlakukannya kebijakan ini tidak lain mencegah upaya penyelundupan narkoba dari pengunjung ke dalam Lapas yang dihuni 850 narapidana narkoba itu.

Sebagai informasi tanggal 8 Mei lalu, seorang kurir narkoba tertangkap saat hendak menyelundupkan sabu dan ganja. Modus operandi yang dipakai dengan menyimpan barang ke dalam sandal yang dikenakan.

sumber: kompas.com, Rabu, 6 Juni 2012

BACA SELENGKAPNYA......................

Saturday, June 2, 2012

Lapas Butuh Lebih 10 Ribu Petugas Keamanan

Jakarta
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan pada Kementerian Hukum dan HAM membutuhkan minimal 10 ribu petugas keamanan untuk menjaga Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan di seluruh Indonesia. "Kita di LP (Lapas) kekurangan pegawai. Bayangkan rata-rata Lapas bisa berisi 400 orang napi (narapidana) dijaga empat atau lima orang (dalam kondisi tertentu) tentu itu sudah tidak logis lagi," kata Dirjen Pemasyarakatan Syihabuddin di Jakarta, Jumat (1/6).

Solusi dari masalah tersebut tidak lain adalah Menteri Pendayaan Aparatur Negara (Menpan) segera memberikan tambahan pegawai untuk Direktorat Jenderal Pemasyaraktan, terutama untuk petugas keamanan di Lapas, rumah tahanan (Rutan), hingga Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Rumah Barang Sitaan (Rubasan).

Menurut Syihabuddin, di tahun 2012 ini Menpan memberi tambahan 2.000 orang pegawai namun tidak spesifik untuk Ditjen PAS tetapi kepada Kementerian Hukum dan HAM (Kemkumham). "Kita minta tiga tahun ke depan minimal ada tambahan 10.000 petugas keamanan untuk Direktorat Jendral Pemasyarakatan. Itu pun belum mencukupi rasio ideal sebenarnya, karena bisa saja ada yang pensiun atau dipecat sebelum tiga tahun," kata Syihabuddin.

Ia mengatakan saat ini terdapat 428 Lapas dan Rutan, 72 Bapas, dan 61 Rubasan di seluruh Indonesia. Pegawai Kemenkumham hampir mencapai 150 ribu orang tersebar di berbagai bagian, bukan hanya untuk pengamanan Lapas atau Rutan semata. "Idealnya 31 ribu itu untuk pengamanan, bukan dicampur semua pegawai Ditjen PAS," katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan solusi dari persoalan kekurangan pegawai untuk petugas keamanan Lapas, Rutan, hingga Bapas maupun Rubasan sudah tertuang dalam road map dari pembenahan manajemen Lapas dan Rutan Kemkumham. Namun, memang permasalahan tersebut tidak dapat dipecahkan seketika tetapi setahap demi setahap.

sumber: republika.co.id, Sabtu, 02 Juni 2012

BACA SELENGKAPNYA......................

Produk Napi Dipamerkan di Festival Koperasi dan UKM

ilustrasi produk UKM - sumber: tribunnews.com
Jakarta
Perhelatan akbar bagi pelaku usaha koperasi dan UKM akan digelar untuk ke 10 kalinya. Acara yang dahulunya bernama Smesco Festival kini berganti nama menjadi Pameran Koperasi dan UKM Festival.

"Kita ingin membuat nama festivalnya memakai bahasa Indonesia," ujar Deputi pemasaran dan jaringan Neddy Renaldi di kantor Kementerian Koperasi dan UKM, Jum'at (1/6/2012).

Rencananya acara Pameran Koperasi dan UKM Festival yang ke 10 tahun ini akan digelar mulai tanggal 6 sampai 10 Juni 2012 bertempat di Smesco Tower. Tema yang diangkat dari festival tahun ini adalah Ragam Pesona Karya Kreatif Nusantara dengan tagline Produk Koperasi dan UKM Ragam Kreasi Kaya Inovasi.

Pameran Koperasi dan UKM ke 10 ini akan diikuti oleh 489 pelaku KUKM dan akan terpilih binaan dari 33 provinsi dan Kabupaten dan Kota.

"Produk unggulan desa dari daerah ditampilkan semua, 33 produk dari daerah, selain itu menampilkan Paviliun icon melibatkan sektor lain teman-teman dari Kemeneterian Hukum dan Ham,"ujar Neddy.

Selain Kementerian Hukum dan HAM, dalam festival nanti akan memberikan sebuah booth khusus untuk menampilkan karya-karya produk unggulan milik narapidana dari 33 provinsi.

"Kami memberikan slot untuk napi-napi kita, ternyata mampu memotivasi manajemen rutan untuk berpikir keras bagaimana caranya mengkreasi untuk selama mereka dalam pembinaan melakukan usaha-usaha produktif. Tentu ini bagian dari kerjasama kita untuk lintas sektor, tidak hanya saat warming up," jelas Neddy.

sumber: tribunnews.com, Jumat, 01 Juni 2012

BACA SELENGKAPNYA......................