Cool Blue Outer Glow Pointer

بِسمِ اللَّهِ الرَّحمٰنِ الرَّحيمِ

Monday, October 17, 2011

Amir Syamsuddin Jadi Calon Menkumham

Amir Syamsuddin
Jakarta
Amir Syamsuddin termasuk salah satu figur yang dipanggil ke Istana Negara hari ini. Ia diproyeksikan menjadi calon Menteri Hukum dan HAM, menggantikan Patrialis Akbar yang sebelumnya mengisi jabatan itu.

Namun, Amir mengaku tak terlalu optimis bakal benar-benar menjabat sebagai Menkumham. “Masih ada tahapan. Besok pagi kami harus tes kesehatan. Jadi saya belum optimis akan lanjut. Saya diproyeksikan jadi Menkumham,” kata Amir dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Senin 17 Oktober 2011.

Amir yang berlatar belakang seorang pengacara, adalah politisi Demokrat. Ia menjabat sebagai Sekretaris Dewan Kehormatan Partai Demokrat. Sementara Patrialis yang rencananya akan digantikan Amir, adalah politisi Partai Amanat Nasional.

Terkait pergantian posisi puncak di Kementerian Hukum dan HAM tersebut, sebelumnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga telah menunjuk mantan Staf Khusus Presiden Bidang Hukum, Denny Indrayana, sebagai Wakil Menkumham.

sumber: vivanews.com, Senin, 17 Oktober 2011

BACA SELENGKAPNYA......................

Friday, September 30, 2011

Dosen Asing Gelar 'Kuliah' di Lapas Kerobokan

Denpasar
Pelatihan, bahkan kuliah di balik sel penjara bukan hal yang baru di Indonesia. Namun, ada yang berbeda di Lapas Kelas III Kerobokan, Denpasar. Lapas terbesar di Bali itu menggelar pelatihan dan keterampilan khusus untuk para warga binaannya. Tak tanggung-tanggung, Lapas Kerobokan mendatangkan dosen filsafat asal Norwegia.

"Sebanyak 20 napi asing dan WNI ini, bakal dibimbing dosen bidang filsafat dari Norwegia. Selain itu, mereka belajar wirausaha dan medis yang merupakan kerjasama dengan sebuah Universitas di Australia,” kata Kepala Lapas Kerobokan, Denpasar, Siswanto, Rabu 28 September 2011.

Siswanto mengatakan, para napi yang terpilih akan mendalami berbagai pengetahuan dan ketrampilan yang akan berguna bagi mereka, kelak selepas dari penjara. "Dengan mengikuti program ini bisa menjadi bekal di dunia kerja bagi mereka kelak setelah keluar dari penjara atau juga bisa menciptakan lapangan pekerjaan," harap Siswanto.

Mereka yang beruntung mendapatkan pelatihan itu di antaranya adalah tiga terpidana seumur hidup dalam kasus narkoba atau yang dikenal anggota Bali Nine. Ketiga anggota Bali Nine asal Australia itu masing-masing Myuran Sukumaran, Scott Anthony Rush, dan Martin Eric Stephen. Mereka mengikuti program "Medical and Bisnis Plan Trainer".

Mengapa tetap ikut pelatihan meski terancam dibui seumur hidup? Salah seorang terpidana seumur hidup, Scot Rush, mengutarakan alasannya. Ia punya harapan terpendam: program ini akan membukakan jalan, hukuman seumur hidupnya diubah menjadi 20 tahun penjara.

Lewat kegiatan ini, diharapkan para warga binaan bisa menemukan dirinya sendiri dan bisa berguna bagi masyarakat di sekitarnya. Mereka yang terpidana seumur hidup, jika berkelakuan baik akan diajukan untuk pengurangan hukuman. Dalam kesempatan itu, kedua orang tua Scott Rush menyerahkan electronik book yang diharapkan bisa mendukung kegiatan belajar para napi.

sumber: vivanews.com, Rabu, 28 September 2011

BACA SELENGKAPNYA......................

Friday, September 23, 2011

Sihabudin Resmi Jabat Dirjen-Pas

Pelantikan Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen Pas) Kemeterian Hukum dan Hak Asasi Manusia (KemenkumHAM), Sihabuddin (www.tribunnews.com)
Jakarta
Acara pelantikan Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen Pas) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (KemenkumHAM), Sihabuddin oleh MenkumHAM, Patrialis Akbar, dilangsung secara khidmat di Graha Pengayoman, gedung KemenkumHAM, Jakarta.

Acara pelantikan sendiri berlangsung pada siang ini, Jumat (23/9/2011), pada Pukul 02.15 WIB, dengan susunan acara menyanyikan lagu indonesia Raya dan lansung diikuti pelantikan Dirjen-Pas Sihabuddin serta pengambilan sumpahnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Dirjen Pas KemenkumHAM dijabat oleh Untung Sugiono, dan Untung akan mengakhiri masa jabatannya siang ini berdasarkan Surat Keputusan Presiden, Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar.

Menurut Kepala Biro Humas Martua Batubara, pelantikan ini merupakan mekanisme rutin dalam memenuhi kebutuhan organisasi, karena Untung Sugiono telah memasuki masa pensiun.

“Ini kebijakan regenerasi biasa, tidak ada hal-hal yang istimewa,” kata Martua Batubara saat ditemui tribunnews.com sebelum acara dilakukan.

Meski demikian, Batubara mengaku belum tahu pengganti Sihabuddin sebagai Kepala Kantor Wilayah DKI Jakarta. Namun, dia yakin, Menteri Patrialis telah menyiapkannya.

“Tentunya Pak Menteri sudah memikirkan yang paling tepat, karena DKI wilayah paling strategis dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat," ujarnya.

sumber: tribunnews.com, Jumat, 23 September 2011

BACA SELENGKAPNYA......................

Thursday, September 22, 2011

40 napi ditatar kesadaran hukum

Banda Aceh
Sebanyak 40 narapida (napi) yang menghuni Rumah Tahanan (Rutan) Calang, Aceh Jaya mendapat penyuluhan hukum dari Kantor Wilayah Departemen (Kementerian) Hukum dan HAM Aceh.

Kepala Bidang Pelayanan Hukum, Kanwil Depkumham Aceh, Jailani M Ali, mengatakan program penyuluhan kesadaran hukum bagi warga binaan di lemabaga pemasyarakatan (Lapas) dan rumah tahanan (Rutan) tersebut dilakukan di sejumlah daerah di Aceh.

Antara lain, Lembaga Pemasyarakatan Banda Aceh, Rutan Sigli, Rutan Kota Bakti, Rutan Lhokseumawe dan Rutan Kuala Simpang. "Untuk hari ini penyuluhan dilakukan di Rutan Calang dan besok di Lapas Meulaboh," ujarnya, tadi pagi.

Menurut Jailani, penyuluhan hukum untuk warga binaan di Lapas dan Rutan ini merupakan bagian dari program Kanwil Depkumham Aceh sebagai upaya meningkatkan kesadaran hukum kepada penghuni Rutan dan Lapas.

"Kita berharap setelah mereka mendapat materi dari penyuluh akan ada satu bentuk perubahan pada diri warga binaan, sehingga setelah mereka bebas nanti tidak lagi melakukan pelanggaran. Intinya mereka bisa menjadi warga yang baik dan bisa diterima di tengah-tengah masyarakat," sebutnya.

Menurut Jailani, warga binaan di Rutan Calang yang mendapat penyuluhan sebanyak 40 orang. Materi penyuluhan antara lain terkait bahaya narkoba, kesadaran hukum dan sistem pembinaan masyarakat di Lapas.

Sedangkan penyuluhan akan sampaikan Nazaruddin (Kepala Bidang Pembinaan dan Keamanan Pemasyarakatan Kanwil Depkumham), Setiawati (Kasubbid Penyuluhan Hukum) dan Jailani M Ali (Kepalda Bidang Pelayanan Hukum).

sumber: waspada.co.id, Kamis, 22 September 2011

BACA SELENGKAPNYA......................

Otak Bentrokan Napi Kabur Ke Lampung

Muaradua
Tiga hari pascapelarian narapidana dari Rumah Tahanan (Rutan) Muaradua, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS), polisi terus memburu tujuh napi yang belum tertangkap.

Bahkan napi Hendro alias Suriadi (40), warga Desa Simo Kecamatan Porong Sidoarjo yang merupakan otak kaburnya para napi, terdeteksi berada di perbatasan Kabupaten OKUS dengan Kabupaten Lampung Barat, Selasa (20/9).

Keberadaan Hendro yang merupakan desersi TNI dengan pangkat terakhir prajurit satu ini, terendus di Desa Ruos Kecamatan Buay Rawan Kabupaten OKUS sekitar pukul 08.00. Namun, sekitar pukul 11.00 keberadan Hendro yang membawa senjata api milik Arpan, sipir Rutan Muaradua yang tewas ditembak, berada sekitar 31 kilometer (km) dari titik awal.

Saat kejadian, Hendro sempat menodong Eko Saputra pengemudi truk pasir untuk melarikan diri ke Desa Pendagan Kecamatan Muaradua. Selain Hendro, polisi juga mendapat laporan adanya tiga orang yang mencurigakan berada di Desa Ruos Kecamatan Buay Rawan, masing-masing napi Ridwan Jauhari (32), warga Desa Kota Karang Kecamatan Buay Sandang Aji, Firmansyah alias Walidin (21) warga Desa Peninggiran Kecamatan Tiga Dihaji, dan Hendrawansyah alias Hendri (31) warga Tebing Babat Kampung Jati Kelurahan Batu Belang Kecamatan Muaradua.

Pengejaran para napi ini langsung dipimpin Kapolres OKUS AKBP Azis Saputra. Hingga Selasa malam, polisi masih menyisir hutan yang diduga menjadi tempat persembunyian para napi.

Basri (44), warga Desa Ruos, mengatakan, Selasa pagi, sekitar pukul 08.00, warga bernama Jauhari melihat tiga orang pria berjalan di kebun milik Jumadi di daerah Sekunyir. Salah satu dari ketiga pria itu berjalan dengan kondisi terpincang-pincang.

“Melihat itu Jauhari langsung lapor Kades, dan sekarang bersama polisi mengejar keberadaan orang yang diduga napi itu. Kalau ditelusuri hutan itu bisa tembus ke Kecamatan Tiga Dihaji dan Kecamatan Buay Sandang Aji,” ujarnya.

Kapolres OKU Selatan AKBP Azis Saputra, mengaku masih melakukan pengejaran dan belum ada informasi perkembangan dari pengejaran yang dilakukan polisi. “Belum, ini sekarang lagi melakukan penyisiran di hutan,” kata Kapolres.

Perburuan dilakukan polisi terhadap tujuh orang napi yang kabur dari rutan. Mereka adalah Hendro alis Suriadi (40), Imam Arifin (21), Ridwan Jauhari (32), Dedi Irawan (27), Firmansyah alias Walidin (21), Hendrawansyah alias Hendri (31), dan Kisman alias Kailani (32).

Dipanggil Dewan

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten OKUS dalam waktu dekat akan meminta penjelasan dari pihak Rutan Muaradua "Sifatnya kita hanya berkoordinasi, jadi kita akan undang pihak rutan untuk memberikan penjelasan sehingga jika ada kekurangan baik dari sistem pengamanan maupun fasilitas yang ada bisa sama-sama ditanggulangi," ujar Ketua DPRD Kabupaten OKUS Sri Mulyadi Selasa (20/9).

Sri Mulyadi menilai harus ada peningkatan system pengamanan di Rutan Muaradua, sehingga diperlukan koodinasi antarpihak. “DPRD Kabupaten OKUS melalui Komisi I akan memfasilitasi. Sekarang masyarakat resah karena ada napi yang kabur sambil membawa senjata api. Masuknya senpi ke dalam rutan ini juga menjadi pelajaran bagi petugas rutan sendiri," tutur Sri Mulyadi.

Diakui Sri Mulyadi, kurangnya koordinasi pihak Rutan Muaradua dengan Pemerintah Kabupaten menyebabkan kendala di dalam rutan tidak diketahui. Misalnya, kurangnya pasokan air bersih hingga para napi harus mengambil air keluar sel tahanan.

sumber: inilah.com, Rabu, 21 September 2011

BACA SELENGKAPNYA......................