Cool Blue Outer Glow Pointer

بِسمِ اللَّهِ الرَّحمٰنِ الرَّحيمِ

Friday, February 11, 2011

Tahanan Tukar Posisi Terekam CCTV




Video Tahanan Tukar Posisi

sumber: vivanews.com

BACA SELENGKAPNYA......................

2011, Giliran Remunerasi Kejaksaan Dan Kemenkumham Dibahas

Jakarta
Pemerintah melanjutkan kebijakan reformasi birokrasi melalui program perbaikan sistem remunerasi. Untuk tahun ini, sasarannya adalah Kejaksaan Agung dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM).

"Untuk perbaikan sistem remunerasi di Kejaksaan serta Kementerian Hukum dan HAM sedang dikaji oleh Tim Reformasi Birokrasi," ujar Menteri Keuangan Agus Martowardojo di Gedung DPR, Jakarta, 9 Februari 2011.

Sebenarnya, proposal perbaikan sistem remunerasi bagi pegawai di Kejaksaan sudah dibahas sejak tahun lalu. Namun, pemerintah belum menyetujuinya. Untuk periode tahun lalu, perbaikan sistem remunerasi disetujui oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk sembilan lembaga, termasuk di antaranya adalah TNI dan Kepolisian.

Tahun ini, Menkeu Agus berharap perbaikan sistem remunerasi bisa diberlakukan bagi dua lembaga yang bergerak di sektor hukum tersebut.

Dengan perbaikan sistem remunerasi, pegawai negeri yang bekerja di lingkungan tersebut akan memperoleh gaji dan tunjangan berbasis kinerja. Dampaknya, total penghasilan yang diterima pegawai akan meningkat secara signifikan.

Perbaikan sistem remunerasi ini telah berjalan beberapa tahun, Kementerian Keuangan menempati posisi teratas sebagai lembaga yang mendapatkan tunjangan paling tinggi dibandingkan dengan instansi lainnya.

Menurut data yang diperoleh, perbaikan sistem remunerasi Kementerian Keuangan terdiri dari 27 kelas jabatan. Pegawai dengan jabatan tertinggi di bawah Menteri Keuangan mendapatkan remunerasi tertinggi yaitu Rp46,95 juta. Sedangkan, tunjangan terendah pegawai adalah Rp1,33 juta.

sumber: vivanews.com, Rabu, 9 Februari 2011

BACA SELENGKAPNYA......................

Thursday, February 10, 2011

Napi di Medan Ditukar (Daud Mengaku Hanya Korban)

Medan
Kasus pergantian tahanan kembali terjadi, kali ini di Medan. Seorang narapidana Rutan Tanjung Gusta, Medan, Sumatera Utara, digantikan tamunya yang datang menjenguk.

Napi bernama Katibul Angkat (33), melarikan diri saat dibesuk dua tamu yang mengaku keluarganya, Selasa, 8 Februari lalu. Sipir rutan baru mengetahui ada napi yang kabur beberapa jam kemudian. Katibul keluar bersama Feri. Posisi Katibul digantikan salah satu tamunya bernama Daud.

Namun Daud mengaku sama sekali tidak tahu akan dimanfaatkan untuk menggantikan seorang tahanan. “Saya tidak tahu rencana mereka seperti ini. Dia tidak bilang mau ke tempat ini. Aku tidak tahu bisa begini. Aku cuma diajak dan dikasih uang Rp50 ribu,” ujar Daud saat diinterogasi petugas Polsekta Medan, Helvetia, kemarin.

Warga Biruen, Aceh ini mengaku baru mengenal Feri 10 hari di kawasan Pondok Kelapa, Medan. Kemudian, dia diajak Feri untuk menjumpai temannya. Namun, sebelum berangkat, mereka terlebih dahulu pergi membeli pakaian dan topi untuk Daud dan Katibul.

Setelah berada di dalam rutan, Feri tiba-tiba mengambil kembali topi tersebut dan diberikan kepada Katibul, berikut tanda pengenal pengunjung rutan yang awalnya dipakai Daud. Sedangkan, Daud sama sekali tidak mengerti dan tidak menyangka akan menjadi tumbal untuk menggantikan Katibul di rutan.

Setelah mengenakan pakaian persis seperti yang dipakai Daud, Katibul melenggang ke luar rutan dengan santai bersama Feri. Sedangkan di luar, salah seorang teman mereka yang lain, seorang perempuan yang tidak diketahui Daud, sudah menunggu bersama becak yang mengantarkan mereka.

Peristiwa ini terjadi dengan cepat, berlangsung hanya sekira 20 menit, seperti yang terekam dalam kamera CCTV di ruang besuk rutan. Dari kamera CCTV itu juga diketahui kejadian penukaran tahanan.

Terlihat, saat itu Katibul mengenakan kaus pendek berwarna orange dan celana pendek, tidak jauh berbeda dengan pakaian Daud.

Tak heran jika petugas jaga sama sekali tidak menyadarinya. Apalagi, peristiwa itu terjadi di saat jam sibuk pengunjung yang membesuk tahanan.

Sedangkan, Kepala Rutan Turman Hutapea, saat itu sedang berada di ruang registrasi untuk memberangkatkan 100 tahanan ke Pengadilan Negeri Medan.

Para petugas heran melihat salah seorang pengunjung masih berada di ruang besuk, saat jam besuk sudah selesai. Ketika diperiksa, ternyata pengunjung tersebut tidak memiliki kartu besuk dan tanda pengenal pengunjung. Saat itulah, para petugas baru menyadari bahwa salah seorang tahanannya telah kabur dari rutan.

sumber: news.okezone.com, Kamis, 10 Februari 2011

BACA SELENGKAPNYA......................

Tahanan di Bogor Kabur Setelah Sidang

Bogor
Seorang tahanan titipan Kejaksaan Negeri Bogor, kabur seusai persidangan di Pengadilan Negeri Bogor, Selasa (8/2) sore. Kejadian ini baru diketahui oleh wartawan beberapa jam kemudian setelah ada laporan salah satu tahanan yang selesai disidang tidak kembali ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Paledang, Kota Bogor.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, terdakwa kasus pemalsuan dan penggelapan tabung gas bersubsidi 3 kilogram atas nama Ade Muhammad Saeful kabur usai menjalani sidang perdananya di Pengadilan Negeri (PN) Bogor. Sejumlah informasi menyebutkan terdakwa yang tercatat sebagai Kp. Prapatan RT 02/02, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor ini kabur dari pengawalan petugas kejaksaan yang menggiringnya ke mobil tahanan saat akan dikembalikan ke Lapas Kelas IIA Paledang.

Kepala Kejaksaan Negeri Bogor, Ahmad Ghazali yang dikonfirmasi wartawan Selasa (8/2) malam mengatakan saat itu ada 25 tahanan yang disidang di PN Bogor dengan kasus yang berbeda-beda. Hanya saja, saat akan dikembalikan ke Lapas, tahanan yang dibawa ke dalam mobil hanya tinggal 24 orang. Ghazali sendiri mengaku belummengetahui secara pasti kronologi kejadian kaburnya tahanan tersebut. "Memang benar (ada yang kabur). Namun,saya belum tahu kronologi pastinya karena peristiwa terjadi sore hari setelah persidangan," katanya beralasan.

Meski demikian, pihaknya berjanji untuk menyelidiki kaburnya tahanan tersebut dan berencana menggelar inspeksi terhadap para petugas terkait kasus ini. "Besok saya akan panggil semua anggota dan kami akan mencari tahu kronologinya dan segera memburu pelaku," lanjutnya.

Ketika ditanya soal pengamanan, Ghazali mengatakan jika pengawalan terhadap para tahanan sudah diperketat dengan menambahkan tiga anggota polisi untuk menjaga para tahanan. Hanya saja, insiden ini dinilai Ghazali di luar dugaan pihaknya.

Kepala Lapas Kelas IIA Paledang Bogor, Suwarso membenarkan jika jumlah tahanan yang dipulangkan oleh pihak kejaksaan berkurang satu orang. Namun, menurut dia, peristiwa ini menjadi tanggung jawab Kejaksaan Negeri Bogor karena yang bersangkutan merupakan tahanan Kejari Bogor. Sejumlah pihak menyesalkan adanya insiden ini karena kaburnya tahanan berselang beberapa jam dari inspeksi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bandung ke Kejari Bogor.

Ketua LSM Gerakan Bogor Bersatu, Harry Arra menilai insiden ini telah mencederai kinerja kejaksaan. Sebab, dia menduga insiden ini terjadi karena adanya kelalaian dari petugas. Terlebih, jika benar tahanan itu kabur saat digiring masuk ke mobil tahanan. Lebih lanjut dia mengatakan jika Kasi Pidana Umum harus bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Kasi Pidana Umum, Irsan Arief sendiri sulit ditemui di kantornya. Salah seorang stafnya mengatakan jika Irsan sedang keluar kantor. Kondisi kantor Kejari juga terlihat sangat sepi. Beberapa staf di Kejari juga membenarkan jika sehari sebelumnya ada tahanan yang kabur.

sumber: pikiran-rakyat.com, Rabu, 09/02/2011

BACA SELENGKAPNYA......................

Lapas Khusus Anak di Sukamiskin Dibangun di Sebelah Lapas Wanita

Bandung
Pembangunan Lapas Khusus Anak dipastikan akan dibuat di Lapas Sukamiskin. Belum diketahui pasti kapan pembangunan lapas Khusus Anak akan dibangun. Yang jelas, Lapas Khusus Anak tersebut akan dibangun di sebelah Lapas Wanita.

Hal itu diungkapkan Kepala Lapas Sukamiskin Dewa Putu Gede saat dihubungi detikbandung via telepon selularnya, Selasa (8/2/2011).

"Memang akan dibangun Lapas Khusus Anak di Lapas Sukamiskin, namun berapa luas areal dan kapasitasnya nanti belum tahu, karena kami pun menunggu instruksi pusat dan juga kucuran dana. Lagipula belum ada pembentukan organisasi untuk program ini. Yang pasti sih letaknya nanti di sebelah selatan Lapas Sukamiskin atau tepat bersebelahan dengan Lapas Wanita," ujar Dewa.

Dewa mengatakan, tahun 2010 lalu, Pemerintah Pusat telah memberikan alokasi dana untuk pembangunan Lapas Khusus Anak. Dana tersebut telah terpakai untuk membangun blok dan kantor.

"Dana yang tahun 2010 sudah digunakan untuk struktur blok dan kantor," katanya.

Luas areal yang akan digunakan untuk Lapas Khusus Anak pun belum bisa disebutkan Dewa. Hanya saja menurutnya, standar untuk 1 orang napi, dibutuhkan ruang 5,2 meter persegi.

Lebih lanjut ia mengatakan, Lapas Khusus Anak ini nantinya akan menjadi yang pertamakalinya ada di Jabar.

sumber: detik.com, Selasa, 08/02/2011

BACA SELENGKAPNYA......................